Sahabat

 

Tak Seindah Teman Lama


  Namanya juga berubah yah itu butuh proses, pengen mengubah semuanya sempurna tapi tak mampu, semuanya tak seperti kenyataan. kenyakinanku semakin kuat pengen nangis tapi malu sama umur, dewasa itu memang berat benar-benar berat seperti mengankat gunung himalayah hahaha lebay deh.

    Kawan sejati itu apakah benar-benar ada? selalu menanyakan yang jauh ternyata yang ada didepan mata tak terhitung. kawan ah sahabat, bukan berarti saya tak punya tapi semuanya hanya ada di dunia maya tak seindah kenyataan.ah namanya juga teman hanya tau nama atau cerita profil kita doang, tapi kapannya aku punya sahabat sejati beneran. 

   Melenceng dari pembahasan saya mau cerita sedikit mengenai teman yang tak lagi sama. Awalnya sih masih saya anggap biasa tapi lama-kelaman semuanya tiba-tiba berubah drastis telebih lagi setelah pindah kelas lebih tepatnya naik ke kelas XII itu bener-bener aneh tapi nyata. jujur saya bener-bener bingung plus heran nggak tau terjangkit virus apa tapi kok fatal banget akibatnya. mungkin kita semua terlalu egois dalam bertindak. terkadang saya mengintrospeki diri dan berasumsi agak emosian akhir-akhir ini, tapi akankah terjadi perang dingin diantara kita. Dulu sama-sama memperjuangkan hak kita, tapi kini semuanya terasa nggak sejalan dengan prinsip dulu. katanya Suka-Duka bareng tapi kenyataan tak seindah mimpi, padahal sempat berfikir bisa meroket ke industri lebih modern tapi kata egois ini menghambat segalanya.

   Saya seperti merasa ada diantara iri dan kasihan, pengen marah sih tapi ya gitu deh males ribut sadar bahwa emosi takkan mengubah sesuatu menjadi lebih baik teringat sebuah lirik lagu " saat dusta mengalir jujurkanlah hati tenangkan batin jiwamu tenangkanlah, satukan jiwa seperti dulu, saat bersama tak ada keraguan dan tiba saat mengerti jerit suara hati  yang letih meski mencoba melagukan asah yang ada namun tinggal sejenak lupakanlah waktu temani air matamu untk melepaskan semuanya  bebas tanpa beban" . Meski mendegar ini berkali kali malah tambah sedih . hmm, tapi saya yakin bahwa semua akan indah pada waktunya meski harus menunggu dalam waktu lama.

    Egois mungkin ini yang menjadi tantangan kita untuk menghadapi  pendewasaan diri yang berkepanjangan, disinal kita memperiapkan sikap dewasa yang tepat untuk mewarnai kesuksesan. Aspek penilaian keunggulan persolity ialah bagaiman seorang bisa mengusai atau pun mendalami budaya,Agama, dan teknologi. ketiga kategori ini mungkin bisa memberikan gambaran jati diri kita atau pakian yang kita kenakan setelah dewsa nanti

Komentar

Postingan Populer