DETIK HAMPA


Berjalan tapi kok gak ada rasa, membuatku hidup bagaikan mati. menanti yang mungkin nggak akan kembali. hahah hidup terasa hambar yang hanya bisa melihat tapi tak mendengar. mencoba berbicara tapi takut nanti merusak hal sudah seharusnya. Menjalani rutinitas yang seharusnya tapi tubuh ini merasa kita sudah salah langkah tapi langkah ini tidak bisa lagi untuk di hentikan. Jadi biarkan air mengalir sesuai dengan alurnya meski ku coba untuk melawan arus itu akan sia-sia juga ....
Jujurlah hati, kenangan itu akan termakan oleh waktu walaupun sekeras apapun kau mencoba mengingatnya pelan-pelan akan sirna juga. Mungkin di detik yang berbeda akan terlintas seutas ingtan yang mengaktifkan alunan rindu itu kembali.
ingatan itu terlihat samar-samar tapi menyisihkan perasaannya membuat sesak helahan nafas ini. air mata yang tak terbendung lagi perlahan menetes jua. semuanya ada waktunya, jangan pernah lupa bahagiaya. YAH.
Saat semuanya tak memperdulikanmu lagi , tak ada rasa kasihan di dunia apakah masih dianggap wajar? yah tidak lah. Merasa terasingkan tapi kok mereka masih peduli atas kesalahan -kesalahanku. dunia detik-demi detik terasa hambar dan  tak lagi ada tawa yang ikhlas tapi hanya ada tertawa palsu yang kelihatannya manusia paling bahagia di dunia ini.
Merasa kehilangan itu memang wajar,tetapi kok lama. padahal ketika itu aku hanya bisa terdiam pilu dan tidak berani mengucapkan selamat tinggal padanya. kenangan itu muncul secara tiba-tiba bagaikan angin yang terlintas ditengah tandusnya kehidupan. Tatapan- tatapan itu selalu datang dan hanya sekilas.         anyak yang datang dan pergi begitu saja dengan tatapan yang sama.
Mencoba menghentikan waktu itu sama saja kau menghentikan angin, rasa ini akan memudar perlahan-lahan sengingga aku takkan merasa sakit kerena kehilangan. Maaf kan aku yang mencoba masuk dalam detik bersamamu tapi waktu itu tidak akan terulang lagi.

By : Nurjanna Tunnaim

Komentar

Postingan Populer